Senin, 28 Juni 2010

MENDIDIK CALON ULAMA

Siaran Berita
Mendidik Calon Ulama Yang Mempunyai Wawasan Keilmuan Komprehensif
Banda Aceh, 2 Juli 2007 - Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Provinsi NAD bekerjasama dengan Satker BRR-Pemulihan dan Pengembangan Bidang Agama, Sosial dan Budaya NAD melaksanakan program Studi Purna Ulama (SPU) bagi santriwan-santriwati dayah salafiyah dan remaja mesjid yang berada di wilayah Propinsi NAD, Senin, 2 Juli 2007.
Program yang dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Agama, Sosial dan Budaya BRR NAD-Nias, T. Safir Iskandar ini bertujuan untuk mendididik dan melatih menjadi calon ulama yang mempunyai wawasan keilmuan komprehensif. Sehingga mereka tidak hanya mampu memahami ilmu Islam klasik secara mendalam tetapi juga mengerti ilmu-ilmu terapan lain sebagai pendukung. Program tersebut merupakan lanjutan dari dua angkatan sebelumnya.
Program yang sangat bermanfaat ini diberikan kesempatan hanya kepada 40 orang peserta yang terpilih melalui proses seleksi, terdiri dari: 30 orang santri senior/pengajar dayah salafiyah, dan 10 orang dari kalangan remaja mesjid, dengan catatan keterwakilan unsur perempuan minimal 30 persen. Diakhir program akan dipilih 20 orang peserta yang kemudian akan magang di Jakarta selama 1 bulan.
Program ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan penuh terhitung 2 Juli-29 September 2007, dan tempat pelaksanaannya difokuskan di kampus Pascasarjana IAIN Ar-Raniry. Pelaksana program adalah Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Provinsi NAD bekerjasama dengan Satker BRR- BRR-Pemulihan dan Pengembangan Bidang Agama, Sosial dan Budaya NAD. Tim Pelaksana, yaitu sebagai berikut; Steering Commite: Kakanwil Depag Provinsi NAD dan Direktur PKPM Provinsi NAD; Manajer Program: Kharizzaman; Sekretaris: Abidin Nurdin; Bendahara: Dedy Sumardi; Anggota: Muji Mulia dan Staf Kanwil Depag.
Materi-materi yang diajarkan meliputi Ulumul Qur'an/Ilmu Tafsir; Ulumul Hadis dan Takhrij Hadis; Fiqih dan Usul Fiqih; Sejarah dan Pemikiran Islam; Hukum Islam di Indonesia; Bahasa Arab; Bahasa Inggris; Pelatihan Komputer dan Informatika Teknologi; Manajemen Dayah; Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah. Di samping itu, juga akan diberikan studium general yang mengkaji tema-tema Islam dan perkembangan zaman seperti Emosional Spritual Quuestion (ESQ), manajemen dayah, dan sebagainya.
Tenaga Pengajar yang terlibat dalam program ini terdiri dari dosen dan team teaching PKPM. Untuk satu mata kuliah terdiri dari dua dan tiga orang dosen, sehingga jika sekiranya ada dosen yang berhalangan hadir, maka akan digantikan oleh team teaching PKPM. Prof. Dr. Tgk. Muslim Ibrahim, MA; Prof. Dr. Rusydi Ali Muhammad, MA; Prof. Dr. Zainal Abidin Alawy, MA; Prof. Dr. Muhsin Nyak Umar; Dr. T. Safir Iskandar Wijaya, MA; Dr. Farid Wajdi Ibrahim; Dr. Zulkarnaini Abdullah, MA; Dr. Lukmanul Hakim, MA; Dr. Sri Suyanta, MA; Drs. Fuad Mardahtillah, MA; Syamsul Bahri, M.Ag; Luthfi Auni, MA; Ramli Yusuf, MA; Drs. Muhibhuththabary, MA; Salami Mahmud, MA; Nashriyah, MA; dan Tgk. Faisal Ali. Selain itu, juga dibentuk team teaching PKPM; Drs. Muslim Zainuddin, Msi; Hasnul Arifin Melayu, MA; Hedhri Nadhiran, M.Ag; Mursyid Djawas, M.HI; Fauzi Shaleh, MA; Lukman Hakim, M.Ag; dan Salman Abdul Muthalib, Lc. M.Ag, dengan catatan jika dosen yang bersangkutan berhalangan mengajar, maka tim khusus dari PKPM akan menggantinya.
Sejak dibuka pendaftaran antusisme dan ghirah santri dayah salafiyah dan remaja mesjid cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar sebanyak 149 orang. Seleksi administrasi meluluskan 140 orang yang kemudian melangkah ke tes selnjutnya yaitu wawancara, untuk memperebutkan 40 tempat. Kategori kelulusan ada dua jenis, lulus murni 40 orang dengan perincian 30 orang dari santri dayah salafiyah (laki-laki 22 orang, perempuan 8 orang), dari remaja mesjid 10 orang (laki-laki 6 orang dan perempuan 4 orang). Kategori kelulusan di samping mengedepankan nilai murni juga mempertimbangkan representasi dan keterwakilan daerah dan keseimbangan 30% perempuan baik pada dayah maupun remaja masjid. Sedangkan yang lulus cadangan 10 orang untuk dayah salafiyah dan 5 orang remaja mesjid, hal ini dimaksudkan jika ada salah seorang di antara mereka mengundurkan diri atau sakit akan digantikan oleh cadangan tersebut. ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar