Minggu, 27 Juni 2010

RAHASIA KEKUTAN OPTIMISME

Rahasia Kekuatan (Pikiran) Otak
Author: Ahmad Makki. 27 December 2007 : 8:41 am.
INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat!

Judul : Keajaiban Pikiran
Penulis : Harold Sherman
Penerjemah : Meilyan Hamsa
Penerbit : Rumpun - Yogyakarta
Cetakan I : November - 2007
Tebal : 188 halaman
Satu-satunya organ tubuh manusia yang dapat tetap hidup meskipun yang lainnya sudah mati adalah otak. Sedangkan pikiran adalah satu-satunya buah kerja dari otak itu sendiri. Jamies Allen menyatakan bawah: “anda yang sekarang merupakan hasil buah pikiran yang lalu. anda besok merupakan buah pikiran sekarang.” Tidak ketinggalan pula David J. Schwartz, Guru Besar Georgia University, USA, mengatakan, “kesuksesan orang tidak diukur dalam meter, kilogram, gelar universitas, ataupun latar belakang keluarga. Namun diukur dengan cara berpikir.”
Berfikir atau pikiran (thingking) adalah kekuatan dasar yang dimiliki oleh manusia yang adapat mempengaruhi alam semesta. Semua yang berkaitan dengan pengetahuan, kesehatan, rasa aman, kepribadian, kebahagiaan bahkan kesuksesan tiada lain bersumber dari hasil pikiran. Dengan berfikir muncul berbagai gagasan spektakuler serta sangat menakjubkan yang turuk membentuk peradaban umat manusia selama ini.
Kesehatan tubuh tanpa didukung dengan kesehatan pikiran hanyak menjadikan manusia makhluk yang tak seimbang. Banyak orang yang menyadari bahwa penderitaan yang mereka alami secara fisik dipicu oleh pikiran mereka yang tidak sehat. Itulah sebabnya, kesehatan tubuh dan kesehatan pikiran adalah intisari dari kehidupan yang bahagian. Namun, hingga saat ini banyak orang yang yang belum memahami dan menguasai kekuatan dari pikiran itu sendiri. Sehingga terkadang karunia yang hanya diberikan kepada manusia dan tentu sangat berharga ini menjadi sia-sia belaka.
Padahal Toni Buzan, penemu konsep Mind Mapping (pemetaan pikiran), menyatakan bahwa otak manusia terdiri dari triliunan sel otak. Setiap sel otak seperti gurita kecil yang begitu kompleks. Ia memiliki sebuah pusat, dengan banyak cabang, dan setiap cabang memiliki banyak koneksi. Tiap-tiap sel otak tersebut jauh lebih kuat dan canggih daripada kebanyakan komputer di planet ini. Setiap sel tersebut berhubungan dengan ratusan ribu sampai puluhan ribu sel yang lain, dan mereka saling bertukar informasi. Ini disebut sebagai jaringan yang sangat mempesona dan setiap orang memilikinya.
Tentunya inilah salah satu buku unik dengan tema yang sungguh menggoda dan penuh dengan misteri. Harold Sherman, pengarang buku istimewa dengan judul “Keajiban Pikiran” ini, menunjukkan bagaimana cara menemukan tujuan hidup. Berikut mengembangkan kepribadian dan meraih keberhasilan serta kesuksesan dengan memperkuat daya-nalar pikiran yang dimiliki oleh seseorang. Dengan keluasan pengalaman dari penulis serta tata tutur bahasanya yang lugas dan mengalir menjadikan buku ini sangat layak dijadikan referensi hidup para pembacanya. Tidak sekedar itu, para pembaca akan mendapatkan pula betapa hidup ini indah dan sarat akan makna.
Mengutip pandangan Profesor Howard Gardner, dari Universitas Harvard, setidaknya ada delapan tipe kecerdasan, yaitu kecerdasan linguistik, matematis-logis, visual-spasial, musikal, naturalis, interpersonal, intrapersonal, dan fisik. Untuk memfungsikan itu semua, walaupun kenyataannya hanya sebagian kecerdasan yang dapat dimaksimalkan, terdapat enam jalur utama menuju otak. Yaitu melalui apa yang dilihat, didengar, dikecap, disentuh, dibaui, dan apa yang dilakukan oleh makluk yang bernama manusia itu sendiri.
Dengan kehadiran buku ini, pembaca diajak bagaimana semestinya belajar memanfaatkan pikiran. Pembaca juga dapat mempelajari bagaimana kekuatan akan persepsi, cara membangun kesadaran, kekuatan meditasi dan do’a, kekuatan intuisi, visualisasi, penyembuhan serta kepribadian. Mengingat cara berfikir yang buruk akan menghasilkan kemjuan negatif, cara berfikir rata-rata tidak akan menghasilkan kemajuan, cara berfikir baik akan menghasilkan beberapa kemajuan serta cara berfikir hebat akan menghasilkan kemajuan spektakuler.
Tentunya, cara berfikir yang terakhir inilah yang diharapkan bersama. Apalagi, menurut penulis buku ini, makin mampu seseorang dapat mengembangkan pikiran dan kerpibadian serta jiwa, makin siap pula seseorang itu memasuki dan menghadapi peristiwa besar dan pengalaman besar yang bakal menghadang perjalanannya di depan. Semoga!
*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa program Pascasarjana UIN Malang & Tentor di LBB PRIMAGAMA Kota Malang.
This entry is filed under Ahmad Makki, Keseharian, Kolumnis, Motivasi, Ragam, Resensi, Sosial dan Budaya, Tematik, Umum dan Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4. Berbagilah Dengan Orang Yang Tepat
Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali

Jika anda termasuk orang yang extrovert, anda mungkin merasa perlu untuk menceritakan apa yang anda alami kepada orang lain. Masalahnya, seringkali kita tidak menyeleksi kepada siapa kita berbagi cerita. Apalagi jika orang tersebut kemudian membagikan lagi kisah anda ke orang-orang lain. Lalu dimana masalahnya?

1. Manusia cenderung mengkritik daripada membangun. Saya tidak menghakimi bahwa semua orang seperti itu. Saya hanya ingin mengatakan bahwa mereka yang anda ajak berbagi seringkali tidak menyadari bahwa anda sebenarnya hanya ingin didengarkan, itu saja. Namun lebih dari itu, mereka berbaik hati memberikan masukan-masukan yang celakanya seringkali berupa kritik yang sebenarnya sudah anda ketahui sendiri. Tidak berarti anda harus menjadi orang yang anti terhadap kritik. Tapi untuk seseorang yang sedang berduka, kritik menjadi lebih seperti tikaman-tikaman kecil. Apa buruknya? Emosi yang sudah anda bersihkan diisi kembali dengan penghakiman yang akan memperkuat lagi perasaan bahwa anda telah membuat segala sesuatunya berantakan. Apa untungnya selain hanya menambah rasa bersalah dan semangat kembali redup? Makin banyak orang yang anda ajak berbagi, makin menumpuk pula rasa bersalah tersebut dan makin sulit mengobarkan kembali semangat anda.

2. Anda tidak akan mengiklankan kekurangan sebuah produk kepada customer bukan? Semakin banyak orang yang mengetahui tentang kegagalan anda, apakah citra anda akan menjadi lebih baik? Apakah dengan makin banyaknya orang yang prihatin akan membuat persepsi orang terhadap anda menjadi lebih baik? Saya meragukan hal itu, karena ketika citra anda menjadi kurang baik, bukankah akan lebih sulit untuk kembali ke lingkungan sosial anda? Apakah itu tidak membuat semangat anda makin surut? Jika semangat sudah surut, bukankah peluang untuk survive makin kecil?

Lalu apakah berarti kita tidak boleh mengungkapkan uneg-uneg kita kepada seseorang? Boleh, tapi tidak berarti kemudian satu RT tahu semua mengenai kisah anda. Lagi-lagi, apa untungnya? Pilih seseorang yang secara pribadi dekat dengan anda dan bisa menjadi tempat untuk berbagi sekaligus mampu mendukung dan membangkitkan semangat. Bahkan lebih dari itu, orang ini diharapkan bisa menjadi ‘guru spiritual’, tempat untuk berkonsultasi, meminta second opinion dalam menentukan langkah-langkah anda.

Untuk itu penting sekali memilih dengan tepat kepada siapa anda harus berbagi. Mark Twain pun sepakat dengan mengatakan : “Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great.” Jauhilah mereka yang mencoba untuk mengecilkan ambisi anda. Orang-orang yang ‘kerdil’ selalu melakukannya, tapi orang-orang hebat akan membuat anda merasa bahwa anda juga bisa menjadi hebat seperti mereka.

Written by : Handoko

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar